Berita Pondok Pesantren, biografi

Kiai Suyuthi Dahlan terkenal Nyentrik, Kuasai injil

21 Juni 2017 » Oleh : » Kategori : Berita Pondok Pesantren,biografi »

*Menulusuri Jejak Para Kiai Di Malang Raya*

*TENTANG KH SUYUTHI DAHLAN KACUK MALANG.

Kiai Suyuthi Dahlan terkenal Nyentrik, Kuasai injil.

Kiai Suyuthi Dahlan memang tidak lulus sekolah dasar (SD). Namun sikapnya dalam berdakwah sangat terbuka dan tidak kaku. Dia sering memberi perbandingan antara AlQuran dan injil. Sikapnya yang luas membuat dakwahnya diterima oleh semua golongan.

Tidak sulit menemukan pesantren Nurul Ulum di kelurahan, Kebonsari,Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dengan total santri putra dan putri sekitar 900 orang. Pesantren ini termasuk pesantren terbesar dikota Malang.

Kesuksesan pesantren tersebut merupakan salah satu peninggalan Kiai Suyuthi Dahlan. Meski beliau bukan pendiri pesantren tersebut, namun sebagai pengasuh kedua, Kiai Suyuthi mempunyai peranan penting dalam mengembangkan pesantren di jalan A. Satsui tubun tersebut.

Pesantren Nurul Ulum didirikan oleh Nyai Rohmah Noor pada 1967 silam. Nah, karena didirikan oleh seorang perempuan itulah, Pesantren Nurul Ulum berbeda dengan pesantren umumnya yang didirikan oleh seorang kiai. Awal mulanya Nyai Rohmah hanya mendirikan pesantren perempuan.

Baru sekitar 1977 silam, didirikanlah pesantren putra. Itu setelah Kiai Suyuthi mempersunting anak pertama Nyai Rohmah yakni Kholifatuz Zahroh. Kiai Suyuthi sendiri merupakan putra dari Kiai Dahlan dari Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen. Sedangkan suami Nyai Rohmah yakni KH Muhammad Syifa’ sudah meninggal terlebih dahulu pada 1954 atau sebelum pesantren itu didirikan. “Jadi Ibu saya itu memang luar biasa, sangat jarang sekali perempuan bisa mendirikan pesantren,” kata KH Kamal Fauzi Syifa’, anak kedua Nyai Rohmah sekaligus pengasuh pesantren putra saat ini, kemarin (19/6). Ssdangkan untuk pesantren putri, kini diasuh oleh istri almarhum kiai suyuthi yakni Umiy Kholifatuz Zahro.

Kh Fauzi mengenal Kiai Suyuthi sebagai kakak ipar yang sangat luas ilmu pengetahuan agamanya. Salah satunya ilmu tentang AlQuran dan Hadist. “Ceramah beliau ini bisa diterima oleh semua elemen masyarakat, mulai masyarakat biasa, pejabat, sampai orang terpelajar” kata dia.

Karena itulah Kiai Suyuthi dikenal dikota malang sebagai penceramah. Bahkan seringkali dia diundang ke Hongkong untuk memberi pencerahan kepada Tenaga Terja Indonesia (TKI). “Setahu saya beliau memang dikenal dimana mana” kata pria umur 61 tahun tersebut.

Cerita detail tentang Kiai Suyuthi disampaikan anak pertamanya Gus Ali Mushthofa. Menurut dia Orang tuanya adalah kiai yang langka, “Beliau tampil beda, meskipun diundang orang, beliau tidak segan-segan duduk dibelakang serta berpakaian biasa-biasa dan tidak menampakkan sebagai seorang kiai, sebab beliau tidak gila hormat” kata Gus Ali.

Sikap nyentrik kiai yang pernah nyantri di PonPes Pendidikan dan Perguruan Agama Islam(PPAI) Ketapang-Kepanjen ini juga dia lambangkan dalam menyuarakan kebenaran ditengah tengah masyarakat.Menurut Gus Ali, ayahnya tidak segan-segan mengkritik pemerintah yang semena-mena, “semisal ada pedagang yang digusur, ayah saya pasti mengkritik pemerintah, bahwa jangan main gusur-gusur saja, harus ada solusi,” kata pria yang juga pemimpin majelis istighosah eleng pati ini. “namun disisi lain, ayah saya itu dekat dengan siapa pun, mulai dari walikota, pangdam dan lain-lain, meski beliau tidak lulus sekolah dasar (SD) imbuh pria 51 tahun tersebut.

Sedangkan dalam hal keagamaan, menurut Gus Ali, Ayahnya tidak hanya pandai soal ilmu agama islam, dia juga paham tentang Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Gus Ali sangat betul, kadang ayahnya dalam berceramah banyak membandingkan apa yang ada di Injil dengan yang di Quran. Mungkin beliau berdakwah dengan melakukan perbandingan agama, oleh karena itu ayah saya juga diterima oleh umat agama lain”kata dia.

Salah satu contoh kalau Kiai Suyuthi diterima oleh umat agama lain, ketika wafat pada tahun 2009 silam, ada seorang pendeta yang ikut takziah. Gus Ali sudah lupa namanya, yang dia ingat pendeta tersebut seperti bule tapi lancar dalam berbahasa Indonesia. “Ketika saya tanyakan, ayah saya merupakan teman diskusi pendeta tersebut” pungkasnya.

#Radarmalang

About Nurul Ulum Islamic Boarding School

Sebuah lembaga terpadu Pondok Pesantren : Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, TPQ, KBIH, Majelis Rotib al Hadad, Majelis Ihya', Pembinaan Mental Gubug Bambu yang terletak di Pinggir Kota Malang